Jejak Tak Terlihat — Ketika Chase Menemukan Musuh Tanpa Wujud
Jejak Tak Terlihat — Ketika Chase Menemukan Musuh Tanpa Wujud
Setiap anjing penjaga lahir dengan insting. Namun Chase, Labrador hitam yang menjadi legenda bagi siapa pun yang pernah mengenalnya, memiliki sesuatu yang lebih dari sekadar insting. Ia memiliki **kepekaan** — sebuah kemampuan yang bahkan manusia pun sulit memahami. Kepekaan itu kembali mengusik hidupnya pada malam ketika sunyi seakan berubah menjadi makhluk hidup.
Malam itu, udara di halaman belakang rumah tuannya terlalu diam. Tidak ada suara jangkrik. Tidak ada angin yang menggetarkan dedaunan. Hanya ada kesunyian yang terasa begitu tebal, seolah menutupi sesuatu.
Chase berdiri tegak, bulu lebatnya berdiri. Matanya mengawas kegelapan yang tampak berkedip-kedip. Ia mengendus ke udara, dan seketika tubuhnya mengeras. **Ada sesuatu di sana.** Sesuatu yang tak berbau, tak berbentuk, namun terasa bergerak.
### **Gerak yang Tidak Terlihat**
Chase melangkah perlahan, cakar-cakarnya menyentuh tanah seperti hendak menyelidiki denyut bumi. Di titik tertentu, ia berhenti — bukan karena melihat sesuatu, tetapi karena **merasakan** keberadaan lain di hadapannya. Udara di depannya terasa lebih berat, dingin, dan memaksa.
Tiba-tiba rumput di sekitarnya bergerak, membentuk pusaran kecil. Seolah ada makhluk tanpa wujud sedang melangkah di sana. Chase menggeram, suara rendah yang biasanya cukup untuk menakuti siapa pun. Tapi malam itu, geraman itu seperti tenggelam di dalam ruang kosong.
### **Bayangan yang Mengikuti**
Chase mundur sedikit. Namun sesuatu menempel pada langkahnya—bayangan panjang yang **bukan miliknya**. Bayangan itu bergerak terlambat, seperti meniru namun gagal mengikuti ritme yang benar. Ketika Chase berhenti, bayangan itu terus berjalan beberapa sentimeter sebelum akhirnya membeku.
Ada yang tidak beres.
Chase melompat mundur dan mengitari halaman. Namun ke mana pun ia pergi, bayangan itu mengikuti, menempel, melesat, dan menyatu dengan kegelapan. Seakan ia sedang diburu oleh sesuatu yang menolak memperlihatkan dirinya.
### **Pertemuan dengan Hampa**
Pada titik tertentu, Chase akhirnya berhenti melawan rasa takut. Ia menerjang ke arah bayangan itu — bukan untuk menyerang, tetapi untuk **memecah apa pun yang sedang mengikutinya**. Namun yang ia temui hanyalah kehampaan.
Lebih buruk lagi — kehampaan itu *membalas*.
Sebuah hembusan angin dingin menabrak tubuhnya, membuatnya terdorong mundur. Mata Chase melebar. Ia tidak pernah merasakan kekuatan seperti itu — kekuatan yang tidak memiliki bentuk, namun memiliki kehendak.
### **Tanda di Pintu Belakang**
Setelah beberapa saat yang terasa seperti kejar-kejaran tanpa suara, semuanya berhenti. Udara kembali normal. Angin kembali bergerak. Suara malam kembali terdengar.
Namun begitu Chase kembali ke pintu belakang rumah, tuannya menemukan sesuatu keesokan paginya:
**Tiga garis panjang tercakar di pintu kayu.**
Terlalu tinggi untuk dibuat oleh hewan biasa.
Terlalu rapi untuk disebut kecelakaan.
Dan terlalu nyata untuk diabaikan.
### **Chase Menjadi Penjaga Antara Dua Dunia**
Sejak malam itu, Chase tidak lagi hanya menjadi anjing penjaga. Ia menjadi satu-satunya makhluk di halaman yang bisa merasakan musuh-musuh yang tidak terlihat. Ia memperingatkan, mengawasi, dan kadang menghadapi hal-hal yang tak seorang pun tahu pernah mendatangi rumah itu.
Karena ada malam-malam tertentu — ketika angin berhenti dan rumput tak bergerak — Chase kembali berdiri di halaman, menatap kegelapan.
Menunggu.
Mengamati.
Dan bersiap menghadapi musuh tanpa wujud yang entah kapan akan kembali.
---
Post a Comment for "Jejak Tak Terlihat — Ketika Chase Menemukan Musuh Tanpa Wujud"