Hutan yang Memanggil Chase — Langkah-Langkah yang Tidak Milik Siapa Pun
Hutan yang Memanggil Chase — Langkah-Langkah yang Tidak Milik Siapa Pun
Ada tempat yang tidak pernah ingin dilalui manusia di desa kecil itu: **Hutan Tanjung Hitam**. Bukan karena hewannya, bukan karena jalurnya sulit, tetapi karena hutan itu memiliki sesuatu yang lebih menyeramkan dari sekadar bahaya alam — **ia hidup**, dan kadang ia memanggil.
Chase, Labrador hitam yang selama ini melindungi rumah tuannya dari hal-hal tak terlihat, merasakan panggilan itu pada suatu sore yang aneh. Ketika matahari condong ke barat, bayangannya yang panjang terulur menyentuh batas hutan… dan saat itu juga, sesuatu menggeliat dari balik kegelapan pepohonan, seolah memberi isyarat.
Chase menegakkan telinganya. Tubuhnya kaku. Dan tanpa ragu, ia melangkah masuk.
---
## **Sore yang Tiba-Tiba Sunyi**
Begitu Chase melewati batas pohon pertama, dunia mendadak berubah. Suara burung hilang. Angin berhenti. Bahkan ranting yang diinjaknya tidak menimbulkan bunyi retak.
Seolah hutan menelan setiap suara demi menjaga rahasianya.
Chase berhenti sejenak, mengendus. Bau tanah basah, bau lumut, bau kulit kayu — semua normal. Namun ada satu aroma yang tidak seharusnya ada:
**Bau dingin.**
Bukan dingin udara…
Tapi dingin seperti benda mati yang sudah terlalu lama berada di tempat gelap.
Chase mengikuti aroma itu, bulu tengkuknya berdiri. Setiap langkah membuatnya merasa seperti sedang masuk lebih jauh ke tempat yang bukan miliknya.
---
## **Langkah-Langkah yang Tidak Mengikuti Logika**
Setelah beberapa saat, Chase mendengar sesuatu:
**Langkah kaki.**
Pelan.
Teratur.
Berjarak.
Ia berputar. Tidak ada siapa pun.
Langkah itu berhenti ketika ia menatap. Namun ketika ia berjalan lagi, suara itu muncul lagi — kali ini lebih dekat, seakan *meniru* langkahnya.
Chase mempercepat langkah.
Langkah itu ikut mempercepat.
Chase berhenti.
Langkah itu berhenti terlambat — sepersekian detik, namun cukup lama untuk membuatnya tahu:
**Apa pun itu, ia bukan sedang diikuti… tetapi sedang mempelajari caranya bergerak.**
---
## **Bayangan yang Berjalan Menjauhi Cahaya**
Matahari sore yang masuk melalui celah dedaunan menciptakan garis-garis cahaya. Chase melihat bayangannya sendiri memanjang. Namun tak lama kemudian ia melihat sesuatu aneh:
Bayangan lain — bukan miliknya — muncul di samping bayangannya.
Bayangan itu tinggi, kurus, dan… tidak memiliki kepala.
Bayangan itu berjalan ketika Chase tidak bergerak.
Berjalan *menjauh* dari cahaya, bukan mengikuti arah cahaya seperti bayangan normal.
Chase menggeram keras, tapi bayangan itu hanya berhenti, seolah menyadari bahwa ia telah ketahuan.
Kemudian perlahan-lahan bayangan itu memudar… seperti asap yang ditarik kembali ke dalam tanah.
---
## **Lingkaran Pohon yang Tidak Pernah Ada Sebelumnya**
Chase akhirnya mencapai sebuah ruang terbuka kecil di tengah hutan. Di sana, ia melihat hal yang tak pernah ia temukan sebelumnya:
Sebuah **lingkaran pohon** tumbang rapi membentuk pola melingkar. Tidak ada bekas kapak, tidak ada bekas gergaji. Pohon-pohon itu patah seperti ditekan oleh sesuatu yang sangat berat.
Di tengah lingkaran itu ada batu besar, dan di atas batu itu terdapat **bekas cakar**. Namun bukan cakar anjing atau hewan liar. Garisnya terlalu halus, terlalu rapi, dan memancarkan aroma dingin yang sama yang mengantarnya ke sini.
Chase mendekati batu itu.
Begitu ia menyentuhnya dengan hidung, tanah di sekitar lingkaran bergetar pelan.
Seperti sesuatu di bawah sana sedang bangkit.
---
## **Sosok di Antara Pohon**
Tiba-tiba, dari sudut matanya, Chase melihat sesuatu bergerak cepat di balik pohon. Terlalu cepat untuk dilihat jelas. Sesekali ia melihat bentuk gelap seukuran manusia, tetapi tidak berjalan — melainkan *meluncur* rendah di antara batang pohon seperti kabut pekat.
Chase bersiap. Gigi terlihat. Tubuh menegang. Napas teratur.
Sosok itu berhenti sekitar lima meter di depannya, namun Chase tidak bisa melihat wajahnya — karena ia tidak memiliki wajah.
Hanya rongga hitam kosong yang terus bergerak seolah mencoba menemukan bentuk.
Sosok itu mengeluarkan suara:
Bukan suara manusia.
Bukan suara hewan.
Bukan suara yang seharusnya ada di dunia ini.
Lebih mirip **gema dari tempat yang tidak memiliki udara**.
---
## **Kejadian yang Berakhir Tiba-Tiba**
Sosok itu mendekat.
Chase berdiri di antara batu dan makhluk itu, melindungi entah apa pun yang mungkin menjadi tujuannya. Suara dari makhluk itu semakin keras, gema yang menekan dada dan membuat udara bergetar.
Namun tepat ketika makhluk itu melompat maju—
**Semuanya berhenti.**
Angin kembali bertiup. Suara burung muncul. Cahaya matahari kembali normal.
Dan sosok itu menghilang seolah tidak pernah ada.
Chase berdiri lama, menatap area itu dengan napas teratur tapi mata waspada.
---
## **Hutan Itu Menyimpan Namanya**
Ketika Chase akhirnya keluar dari hutan dan kembali ke rumah, sesuatu terjadi yang membuat tuannya terkejut.
Tanah di halaman rumah tertulis pola aneh — seperti huruf tetapi bukan huruf mana pun yang dikenal.
Pola itu membentuk sesuatu yang tak terbantahkan:
**Nama Chase.**
Bukan ditulis oleh manusia.
Bukan oleh hewan.
Dan bukan oleh sesuatu dari dunia ini.
Hutan telah memanggil namanya.
Dan kini hutan **mengenal** siapa dia.
Pertanyaan yang tersisa hanya satu:
Apakah hutan memanggilnya untuk meminta bantuan…
atau untuk menandainya sebagai milik?
---
Post a Comment for "Hutan yang Memanggil Chase — Langkah-Langkah yang Tidak Milik Siapa Pun"